Kamis, 22 Januari 2026

Tugas Terstruktur 04

 A11 | Shiva Monalisa | Tugas Terstruktur 4

Project Based Learning (PjBL)

Eksplorasi Teks Akademik: Kajian Nilai, Bahasa, dan Penalaran

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti dan menyelesaikan kegiatan pembelajaran berbasis proyek ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengeksplorasi Teks Akademik Secara Mendalam
    Peserta didik mampu membaca, memahami, dan mengkaji berbagai teks akademik yang relevan dengan disiplin ilmunya. Kegiatan ini menekankan pada kemampuan menemukan ide pokok, argumentasi, dan struktur logis dalam teks akademik.

  2. Menganalisis Nilai-Nilai dalam Teks Akademik
    Peserta didik dapat mengidentifikasi nilai-nilai kebahasaan, keilmuan, dan kebangsaan yang tercermin dalam teks akademik. Analisis ini melatih kemampuan berpikir kritis dan sikap ilmiah terhadap isi teks.

  3. Menyajikan Hasil Kajian Secara Sistematis
    Peserta didik mampu menyusun hasil eksplorasi dalam bentuk laporan analisis ilmiah yang runtut dan logis, serta menyajikannya dalam bentuk presentasi akademik menggunakan bahasa Indonesia yang baku dan komunikatif.

  4. Mengembangkan Keterampilan Kolaboratif dan Komunikatif
    Melalui pembelajaran berbasis proyek, peserta didik dilatih untuk bekerja dalam tim kolaboratif, membangun tanggung jawab bersama, serta meningkatkan kemampuan komunikasi ilmiah baik lisan maupun tulisan.

Kamis, 13 November 2025

Tugas Mandiri 6

 A11 | Shiva Monalisa | Tugas Mandiri 6


10 POIN PENTING

  1. Tujuan Membaca: Membaca akademis harus terfokus pada mencari jawaban, mendukung argumen, atau memperoleh pemahaman mendalam, bukan sekadar membaca untuk hiburan.
  2. Identifikasi Jenis Sumber: Selalu bedakan antara sumber primer, sekunder, dan tersier untuk menentukan bobot dan keaslian informasi.

  3. Kredibilitas Sumber: Menilai kredibilitas (kepercayaan) sumber pustaka berdasarkan penulis (otoritas), penerbit/jurnal, tanggal publikasi, dan metodologi yang digunakan.

  4. Baca Kritis (Analisis): Tidak hanya memahami apa yang dikatakan, tetapi juga menilai kelemahan, kekuatan, dan bias dari argumen penulis.

  5. Strategi Membaca Aktif: Gunakan teknik seperti SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) atau skimming/scanning untuk meningkatkan efisiensi dan pemahaman.

  6. Pencatatan yang Efektif: Mencatat ide utama, kutipan penting, dan komentar/analisis pribadi untuk memudahkan penulisan dan sintesis.

  7. Sintesis Informasi: Kemampuan untuk menggabungkan ide-ide dari berbagai sumber untuk menciptakan pemahaman atau argumen baru yang koheren.

  8. Pentingnya Parafrase: Menulis ulang ide orang lain dengan kata-kata sendiri untuk menunjukkan pemahaman dan menghindari plagiarisme, sambil tetap mencantumkan atribusi.

  9. Teknik Mengutip yang Benar: Memahami dan menerapkan gaya kutipan (misalnya, APA, MLA, Chicago) secara konsisten untuk memberikan pengakuan kepada penulis aslinya.

  10. Menjaga Keaslian Argumen: Memastikan bahwa sumber pustaka hanya digunakan untuk mendukung argumen Anda, dan bukan menggantikan argumen asli atau analisis Anda sendiri



PERTANYAAN PEMATIK


1. Mengapa penting membedakan sumber primer, sekunder, dan tersier?

  • Jawaban: Penting untuk menentukan tingkat keaslian, kedekatan dengan peristiwa/data asli, dan objektivitas informasi.

    • Primer (data asli/laporan langsung) memberikan bukti terkuat.

    • Sekunder (analisis primer) memberikan interpretasi.

    • Tersier (ringkasan sekunder) berguna untuk overview cepat tetapi kurang detail.


2. Apa perbedaan membaca akademik dengan membaca umum?

  • Jawaban: Membaca akademik bersifat selektif, kritis, intensif, dan bertujuan (misalnya, mencari bukti, memahami teori, menganalisis metodologi). Membaca umum bersifat ekstensif, pasif, dan bertujuan untuk hiburan atau informasi umum.


3. Bagaimana cara menilai kredibilitas sebuah sumber pustaka?

  • Jawaban: Gunakan kriteria CRAAP (Currency, Relevance, Authority, Accuracy, Purpose). Tinjau penulis (latar belakang akademis), penerbit (jurnal peer-reviewed), tanggal publikasi (kemutakhiran), dan referensi yang digunakan sumber tersebut.


4. Apa saja kesalahan umum dalam mengutip sumber?

  • Jawaban:

    • Gagal mengutip (plagiarisme).

    • Kesalahan format (tidak konsisten dengan gaya kutipan yang ditetapkan).

    • Kutipan berlebihan (over-quoting), sehingga tulisan didominasi suara orang lain.

    • Mengutip dari sumber sekunder seolah-olah itu adalah sumber primer.


5. Bagaimana menjaga keaslian argumen saat mengutip banyak referensi?

  • Jawaban: Pastikan bahwa argumen Anda (tesis/ide utama) muncul di awal dan akhir paragraf/bab. Sumber referensi harus berfungsi sebagai bukti pendukung (supportive evidence) atau sebagai kontras (counter-argument), bukan sebagai inti utama tulisan Anda. Gunakan frasa transisi yang jelas untuk membedakan suara Anda dari suara penulis yang dikutip.



PERTANYAAN REFLEKSI


1. Sejauh mana Anda mampu membedakan sumber kredibel dan tidak kredibel? (Contoh: "Saya cukup mampu, namun terkadang kesulitan membedakan antara jurnal predator dan jurnal bereputasi.")

2. Strategi apa yang Anda gunakan saat kesulitan memahami teks akademik? (Contoh: "Saya menggunakan kamus istilah, membaca ringkasan abstrak terlebih dahulu, dan mencoba memparafrase setiap paragraf secara lisan.")

3. Bagaimana pencatatan informasi membantu struktur tulisan Anda? (Contoh: "Dengan mencatat poin utama per sumber dan hubungan antar sumber, saya dapat membuat kerangka tulisan (outline) yang logis dan menghindari lompatan ide.")

4. Apa tantangan Anda dalam parafrase dan sintesis informasi? (Contoh: "Tantangan terbesar saya adalah menghindari hanya mengganti beberapa kata kunci saat parafrase, dan saat sintesis, saya kesulitan menggabungkan sumber yang memiliki sudut pandang yang bertentangan.")

5. Bagaimana Anda akan mengubah kebiasaan belajar setelah mempelajari modul ini? (Contoh: "Saya akan lebih aktif menggunakan teknik membaca kritis, tidak hanya skimming, dan akan mulai fokus membuat catatan sintesis, bukan hanya catatan ringkasan per sumber.")

Tugas Maandiri 7

 A11 | Shiva Monalisa | Tugas Mandiri 7


PERTANYAAN PEMANTIK

1. Perbedaan Informasi Ilmiah dan Populer

  • Informasi Ilmiah bersumber dari penelitian, diulas sejawat (peer-reviewed), menggunakan metodologi yang jelas, dan biasanya dimuat dalam jurnal atau buku teks.

  • Informasi Populer bersifat umum, seringkali untuk konsumsi publik luas, tidak selalu melalui proses peer-review ketat, dan biasanya dimuat di majalah, surat kabar, atau blog umum.

2. Cara Menelusuri Informasi Ilmiah Valid

  • Gunakan mesin pencari akademik (seperti Google Scholar) dan database jurnal terindeks (seperti DOAJ, Scopus, Web of Science, ScienceDirect).

  • Prioritaskan sumber dari lembaga akademik, jurnal bereputasi, dan penerbit tepercaya.

  • Pastikan artikel lengkap (bukan hanya abstrak) tersedia untuk diverifikasi.

3. Kriteria Kredibilitas Jurnal Ilmiah

  • Penulis dan Institusi: Jelas dan terkemuka di bidangnya.

  • Proses Peer-Review: Memiliki proses peninjauan sejawat yang ketat.

  • Indeksasi: Terindeks dalam database bereputasi (seperti Scopus atau DOAJ).

  • Penerbit: Diterbitkan oleh asosiasi profesional, universitas, atau penerbit akademik terkemuka.

4. Pentingnya Menghindari Plagiarisme

  • Integritas Akademik: Plagiarisme merusak keabsahan dan kepercayaan terhadap karya ilmiah.

  • Penghargaan Kekayaan Intelektual: Memberi penghargaan kepada penulis asli atas ide atau data mereka, yang merupakan etika dasar penelitian.

5. Format Penulisan Daftar Pustaka untuk Sumber Daring

  • Format dasar umumnya meliputi: Penulis(Tahun)Judul Artikel/HalamanNama Situs/PenerbitTautan (URL).

  • Penting: Format spesifik harus mengikuti gaya kutipan yang ditentukan (misalnya, APAMLAChicago). Untuk sumber daring, tanggal akses mungkin juga diperlukan, terutama jika kontennya rentan berubah.



PERTANYAAN REFLEKTIF

6 . Dampak Penggunaan Sumber Tidak Valid (Reflektif)

  • Mengarah pada kesimpulan yang salah atau tidak berdasar.

  • Menurunkan kredibilitas tulisan ilmiah Anda secara keseluruhan.

7. Membedakan Jurnal Tepercaya dan Jurnal Predator (Reflektif)

  • Jurnal Tepercaya: Jelas tentang proses peer-review, afiliasi editor yang kredibel, terindeks di database utama, dan biaya publikasi transparan (jika ada).

  • Jurnal Predator: Menawarkan publikasi cepat dengan biaya tinggi, tidak memiliki peer-review yang benar, editor yang tidak dikenal, dan tidak terindeks di database utama. Waspadai permintaan pembayaran cepat tanpa tinjauan yang memadai.

8. Kesulitan Terbesar Menulis Daftar Pustaka (Reflektif)

  • Seringkali adalah konsistensi format (misalnya, mengikuti gaya APA secara ketat) dan akurasi detail (typo atau salah format).

  • Mengatasinya: Gunakan perangkat lunak manajer referensi (seperti Zotero/Mendeley) atau pemeriksa gaya untuk memastikan konsistensi dan akurasi.

9. Pengalaman Menggunakan Mendeley/Zotero (Reflektif)

  • Perangkat lunak ini mengotomatisasi proses kutipan dan penulisan daftar pustaka.

  • Memungkinkan penyimpanan, pengelompokan, dan anotasi sumber, yang sangat mempercepat dan mempermudah penulisan ilmiah yang melibatkan banyak referensi.

10. Perbaikan dalam Menulis Kutipan Ke Depan (Reflektif)

  • Terapkan prinsip integritas dengan selalu mencatat sumber segera saat mengutip (menggunakan nama penulis dan tahun/halaman) dan menggunakan software manajemen referensi untuk menjaga konsistensi format dan mencegah missing reference.

Kamis, 23 Oktober 2025

Tugas Mandiri 1B

  A11 | Shiva Monalisa | Tugas Mandiri 01

A. Soal Pilihan Ganda (10 Soal)

1. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat konseptualisasi gagasan. Hal ini menunjukkan peran bahasa sebagai...
a) Alat komunikasi sehari-hari
b) Alat pikir dan ekspresi intelektual
c) Simbol identitas daerah
d) Sarana hiburan semata

2. Dalam konteks dunia akademik, salah satu tantangan utama penggunaan Bahasa Indonesia adalah...
a) Kurangnya penutur asli
b) Dominasi bahasa asing dan kurangnya padanan istilah ilmiah
c) Tidak adanya jurnal ilmiah nasional
d) Kaidah tata bahasa yang terlalu rumit

3. Teks ilmiah berfungsi sebagai jembatan ilmu karena...
a) Ditulis dengan bahasa yang puitis
b) Menghubungkan pengetahuan penulis dengan pemahaman pembaca
c) Selalu diterbitkan dalam dua bahasa
d) Hanya bisa diakses oleh akademisi tertentu

4. Salah satu syarat penulisan karya ilmiah yang baik adalah...
a) Menggunakan bahasa gaul yang kekinian
b) Kepatuhan terhadap kaidah EYD dan PUEBI
c) Panjang tulisan yang tidak terbatas
d) Hanya menggunakan istilah asing

5. Upaya internasionalisasi Bahasa Indonesia dapat dilakukan melalui cara berikut, KECUALI...
a) Publikasi jurnal berbahasa Indonesia yang terindeks global
b) Kolaborasi riset dengan abstrak bilingual
c) Mengganti bahasa pengantar di semua sekolah dengan bahasa Inggris
d) Program pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing)

6. Dasar hukum kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara ditetapkan dalam...

a) Sumpah Pemuda 1928
b) Undang-Undang Dasar 1945
c) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
d) Keputusan Presiden pertama

7. Fungsi bahasa Indonesia yang menyatukan keragaman budaya dan etnis di Indonesia dikenal sebagai fungsi...
a) Komunikatif
b) Edukatif
c) Identitas Nasional
d) Ilmiah

8. Lembaga pemerintah yang bertugas mengembangkan dan membina Bahasa Indonesia adalah...
a) LIPI
b) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa)
c) Kementerian Luar Negeri
d) UNESCO

9. Salah satu strategi untuk memartabatkan Bahasa Indonesia di ranah ilmu pengetahuan adalah...
a) Pengembangan istilah baru yang sesuai kaidah
b) Menghindari penggunaan bahasa Indonesia dalam diskusi ilmiah
c) Menerjemahkan semua jurnal internasional ke bahasa daerah
d) Hanya menggunakan bahasa Indonesia untuk sastra

10. Menurut modul, bahasa Indonesia berkembang menjadi bahasa ilmu, hukum, pendidikan, dan teknologi. Hal ini menunjukkan...
a) Bahasa Indonesia kaku dan tidak berkembang
b) Kedudukan bahasa Indonesia yang dinamis dan multifungsi
c) Bahasa Indonesia hanya untuk kepentingan formal
d) Fungsi bahasa Indonesia semakin menyempit

B. Soal Isian Singkat (10 Soal)

1. Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga medium pikir dan ekspresi intelektual

2. Dalam Sumpah Pemuda 1928, Bahasa Indonesia diikrarkan sebagai bahasa persatuan

3. Salah satu fungsi bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa ilmu pengetahuan untuk menyusun dan menyebarluaskan gagasan akademik.

4. Program yang dirancang untuk mengajarkan Bahasa Indonesia kepada penutur asing disebut BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing)

5.Penulisan karya ilmiah menuntut ketepatan bahasa dan kejelasan struktur kalimat.

6. Kemampuan literasi akademik meliputi analisis struktur, pemahaman makna, dan evaluasi argumentasi dalam sebuah teks ilmiah.

7. Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara berarti digunakan dalam administrasi, pendidikan, dan hukum.

8. Pengembangan kosakata atau istilah ilmiah diperlukan untuk mengatasi tantangan kurangnya padanan istilah dalam bahasa Indonesia.

9. Upaya memartabatkan bahasa Indonesia dapat dilakukan melalui publikasi ilmiah berbahasa Indonesia dan peningkatan literasi akademik.

10. Salah satu buku rujukan utama untuk tata bahasa baku Indonesia adalah buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia yang disusun oleh Anton M. Moeliono.

C. Soal Esai (5 Soal)

1. Jelaskan mengapa bahasa Indonesia disebut sebagai "wahana intelektual dan ilmiah" dan berikan minimal dua contoh konkret perwujudannya dalam dunia akademik!

Jawaban: 
Bahasa Indonesia disebut sebagai wahana intelektual dan ilmiah karena digunakan untuk berpikir, menalar, dan menyampaikan gagasan secara sistematis dalam konteks pendidikan, penelitian, dan komunikasi akademik. Melalui bahasa Indonesia, ilmu pengetahuan dapat dikembangkan dan disebarluaskan kepada masyarakat luas.

Contoh konkret:
  • Penulisan skripsi, tesis, dan disertasi di perguruan tinggi menggunakan bahasa Indonesia baku.
  • Publikasi jurnal ilmiah nasional seperti Jurnal Bahasa dan Sastra serta Jurnal Pendidikan Indonesia menggunakan bahasa Indonesia.


2. Analisislah hubungan antara "bahasa" dan "pembangunan ilmu pengetahuan" di Indonesia! Mengapa penguatan peran bahasa Indonesia dianggap crucial (sangat penting) dalam konteks ini?

Bahasa merupakan alat berpikir dan sarana penyampai ilmu pengetahuan. Tanpa bahasa yang kuat dan terstandar, pengembangan ilmu tidak dapat berlangsung dengan baik. Di Indonesia, penguatan bahasa Indonesia penting agar hasil penelitian nasional dapat diakses masyarakat luas dan tidak bergantung pada bahasa asing. Hal ini mendukung kemandirian dan keberlanjutan ilmu pengetahuan nasional.

3. Berdasarkan modul, terdapat sejumlah tantangan dalam memartabatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu. Identifikasi dua tantangan utama tersebut dan proposalkan satu solusi strategis untuk mengatasi masing-masing tantangan!

Tantangan 1: Dominasi bahasa asing (terutama Inggris) dalam publikasi ilmiah internasional.
Solusi: Meningkatkan kualitas dan reputasi jurnal berbahasa Indonesia agar terindeks global.
Tantangan 2: Keterbatasan padanan istilah ilmiah dalam berbagai disiplin ilmu.
Solusi: Mendorong kolaborasi antara ahli bahasa dan ilmuwan untuk menciptakan istilah baru yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

4. Jelaskan perbedaan mendasar antara kedudukan bahasa Indonesia sebagai "bahasa nasional" dan sebagai "bahasa negara"! Berikan satu contoh penggunaan untuk masing-masing kedudukan tersebut.

Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional dan alat pemersatu bangsa.
Contoh: Digunakan dalam lagu kebangsaan, upacara, dan komunikasi antar suku.
Sebagai bahasa negara, digunakan dalam administrasi pemerintahan, pendidikan, hukum, dan dokumen resmi negara.
Contoh: Digunakan dalam undang-undang, surat keputusan, dan proses pembelajaran di sekolah.

5.Menurut Anda, bagaimana peran generasi muda (mahasiswa) dalam upaya internasionalisasi bahasa Indonesia? Sebutkan minimal dua aksi nyata yang dapat dilakukan.

Generasi muda memiliki peran strategis dalam memperkenalkan dan memperluas penggunaan bahasa Indonesia di tingkat global.
Aksi nyata yang dapat dilakukan:
Mengikuti atau mempublikasikan karya ilmiah dalam bahasa Indonesia di forum nasional maupun internasional.
Menjadi pengajar atau relawan dalam program BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing).
Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar di media sosial dan karya akademik untuk memberi teladan positif.

    Kamis, 16 Oktober 2025

    Tugas Mandiri 2A

     A11 | Shiva Monalisa | Tugas Mandiri 2A

    RINGKASAN MATERI PEMBELAJARAN 2

    Bahasa baku dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) memiliki peran yang sangat penting dalam konteks akademik. Keduanya berfungsi sebagai pedoman untuk memastikan bahwa komunikasi ilmiah dilakukan secara sistematis, logis, dan dapat dipertanggungjawabkan. Bahasa baku digunakan sebagai standar dalam penulisan karya ilmiah agar penyampaian ide, gagasan, dan hasil penelitian dapat diterima secara objektif dan tidak menimbulkan penafsiran ganda.

    Penguasaan bahasa baku mencerminkan kedisiplinan berpikir dan kematangan intelektual penulis dalam dunia akademik. Bahasa baku menuntut ketepatan diksi, kejelasan struktur kalimat, serta kesesuaian dengan konteks ilmiah. Di sisi lain, PUEBI menjadi acuan utama dalam penerapan ejaan, tanda baca, serta penulisan huruf kapital dan kata serapan, sehingga seluruh bentuk tulisan memiliki konsistensi dan keseragaman sesuai kaidah bahasa Indonesia yang benar.

    Dalam kegiatan akademik seperti penulisan laporan penelitian, makalah, maupun skripsi, penggunaan bahasa baku dan penerapan PUEBI berperan penting dalam menjaga kredibilitas dan etika ilmiah. Kepatuhan terhadap kaidah kebahasaan menunjukkan sikap ilmiah, tanggung jawab akademik, serta penghargaan terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan.

    Dengan demikian, kemampuan mahasiswa dalam menggunakan bahasa baku dan mengikuti pedoman PUEBI merupakan indikator kompetensi akademik yang baik. Penguasaan ini tidak hanya mendukung kualitas penulisan ilmiah, tetapi juga memperkuat peran bahasa Indonesia sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional.

    Tugas Mandiri 4B

    A11 | Shiva Monalisa | Tugas Mandiri 4B

    10 Soal Isian

    1. Kaidah bahasa dalam penulisan akademik mencakup tata bahasa, ejaan, diksi, dan gaya bahasa ilmiah.

    2. Kalimat efektif harus memiliki lima ciri utama, yaitu kehematan, kepaduan, kejelasan, kesatuan, dan ketepatan.

    3. Struktur dasar kalimat Bahasa Indonesia yang digunakan dalam teks akademik dikenal dengan istilah Subjek–Predikat–Objek–Keterangan (SPOK).

    4. Contoh kata serapan dari bahasa Inggris yang telah disesuaikan secara fonologis adalah komputer.

    5. Dalam teks akademik, penggunaan kata ganti seperti “saya” sebaiknya dihindari dan diganti dengan kata penulis.

    6. Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan edisi kelima dikenal dengan singkatan EYD V.

    7. Huruf miring dalam penulisan akademik digunakan untuk menuliskan judul buku, nama ilmiah, dan istilah asing yang belum diserap.

    8. Kesalahan struktur paralel dalam kalimat dapat menyebabkan ketidakjelasan makna dan menurunkan kualitas tulisan.

    9. Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk membantu revisi bahasa ilmiah adalah Grammarly atau Typely.

    10. Menurut modul, revisi bahasa ilmiah merupakan bagian dari proses akademik yang berkelanjutan.

    5 Soal Esai

    1. Jelaskan mengapa penggunaan kaidah bahasa yang tepat dalam teks akademik dianggap sebagai indikator profesionalisme dan integritas ilmiah seorang penulis. Penggunaan kaidah bahasa yang tepat dalam teks akademik menunjukkan profesionalisme dan integritas ilmiah karena mencerminkan kemampuan penulis menjaga keakuratan makna, kejelasan informasi, dan konsistensi penulisan. Bahasa yang baku dan objektif memperlihatkan bahwa penulis menghargai etika ilmiah serta menghindari kesalahan interpretasi.

    2. Uraikan lima ciri kalimat efektif dalam penulisan akademik dan berikan masing-masing satu contoh kalimat yang sesuai. Lima ciri kalimat efektif meliputi:

      • Kehematan: menghindari kata berlebih.
        Contoh: “Mahasiswa mengikuti seminar ilmiah.”

      • Kepaduan: hubungan antarkalimat logis.
        Contoh: “Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak teknologi terhadap produktivitas.”

      • Kejelasan: struktur mudah dipahami.
        Contoh: “Data dikumpulkan melalui observasi lapangan.”

      • Kesatuan: memiliki satu pokok pikiran.
        Contoh: “Setiap paragraf harus membahas satu topik.”

      • Ketepatan: penggunaan kata sesuai makna.
        Contoh: “Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan.”

    3. Bandingkan peran huruf kapital dan huruf miring dalam penulisan akademik menurut EYD V. Sertakan contoh penggunaannya dalam kalimat. Huruf kapital digunakan pada awal kalimat, nama diri, dan unsur resmi lembaga; sedangkan huruf miring dipakai untuk istilah asing dan judul karya tulis.
      Contoh kapital: “Universitas Sebelas Maret.”
      Contoh miring: “Penelitian ini menggunakan metode content analysis.”

    4. Mengapa revisi bahasa ilmiah penting dilakukan sebelum naskah dipublikasikan? Jelaskan langkah-langkah self-editing yang dapat dilakukan oleh mahasiswa. Revisi bahasa ilmiah penting dilakukan agar naskah bebas dari kesalahan logika, ejaan, dan struktur. Langkah self-editing mencakup membaca ulang naskah, memeriksa struktur kalimat, memperbaiki diksi, memastikan kesesuaian EYD, serta meminta umpan balik dari rekan sejawat.

    5. Dalam konteks penulisan akademik, bagaimana pemilihan diksi dan gaya bahasa dapat memengaruhi persepsi pembaca terhadap kredibilitas tulisan? Pemilihan diksi dan gaya bahasa memengaruhi kredibilitas tulisan karena menentukan tingkat keilmiahan dan objektivitas. Diksi yang tepat membuat argumen kuat dan meyakinkan, sedangkan gaya bahasa yang formal dan konsisten menunjukkan kemampuan berpikir sistematis dan profesionalisme akademik.

    Tugas Mandiri 4A

     A11 | Shiva Monalisa | Tugas Mandiri 4A

    Teks akademik merupakan bentuk komunikasi ilmiah yang digunakan di lingkungan pendidikan tinggi untuk menyampaikan gagasan, analisis, dan hasil penelitian secara sistematis, objektif, serta berbasis data. Sementara itu, teks ilmiah merupakan hasil karya tulis yang lahir dari proses penelitian atau kajian teoritis yang bertujuan mengembangkan pengetahuan dan memberikan kontribusi terhadap bidang ilmu tertentu. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada fungsi dan orientasi: teks akademik berfungsi sebagai media pembelajaran dan pelatihan berpikir ilmiah, sedangkan teks ilmiah berorientasi pada penyebarluasan hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara metodologis.

    Karakteristik teks ilmiah mencakup penggunaan bahasa yang objektif, logis, sistematis, konsisten, dan terbebas dari unsur emosional. Struktur teks akademik umumnya terdiri atas pendahuluan, kajian teori, metode, hasil dan pembahasan, serta simpulan. Dalam penulisannya, prinsip dasar yang harus diperhatikan mencakup ketepatan tata bahasa, kesesuaian ejaan dengan Ejaan Bahasa Indonesia (EYD) edisi kelima, pemilihan diksi yang tepat, kalimat efektif, serta keseragaman gaya bahasa ilmiah.

    Selain penguasaan teknis kebahasaan, kemampuan literasi kritis juga sangat penting dalam menulis teks akademik. Literasi kritis membantu penulis menilai validitas sumber, menafsirkan argumen secara reflektif, dan mengembangkan pemikiran ilmiah yang rasional. Untuk meningkatkan literasi akademik, perlu diterapkan strategi seperti pelatihan penulisan ilmiah, peningkatan kemampuan membaca kritis, serta pemanfaatan teknologi digital dalam penyuntingan dan revisi naskah.

    Dengan demikian, penguasaan kaidah bahasa akademik bukan sekadar keterampilan menulis, melainkan bentuk tanggung jawab ilmiah dan profesionalisme dalam dunia akademik.


    Tugas Terstruktur 04

      A11 | Shiva Monalisa | Tugas Terstruktur 4 Project Based Learning (PjBL) Eksplorasi Teks Akademik: Kajian Nilai, Bahasa, dan Penalaran A...