Kamis, 13 November 2025

Tugas Mandiri 6

 A11 | Shiva Monalisa | Tugas Mandiri 6


10 POIN PENTING

  1. Tujuan Membaca: Membaca akademis harus terfokus pada mencari jawaban, mendukung argumen, atau memperoleh pemahaman mendalam, bukan sekadar membaca untuk hiburan.
  2. Identifikasi Jenis Sumber: Selalu bedakan antara sumber primer, sekunder, dan tersier untuk menentukan bobot dan keaslian informasi.

  3. Kredibilitas Sumber: Menilai kredibilitas (kepercayaan) sumber pustaka berdasarkan penulis (otoritas), penerbit/jurnal, tanggal publikasi, dan metodologi yang digunakan.

  4. Baca Kritis (Analisis): Tidak hanya memahami apa yang dikatakan, tetapi juga menilai kelemahan, kekuatan, dan bias dari argumen penulis.

  5. Strategi Membaca Aktif: Gunakan teknik seperti SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) atau skimming/scanning untuk meningkatkan efisiensi dan pemahaman.

  6. Pencatatan yang Efektif: Mencatat ide utama, kutipan penting, dan komentar/analisis pribadi untuk memudahkan penulisan dan sintesis.

  7. Sintesis Informasi: Kemampuan untuk menggabungkan ide-ide dari berbagai sumber untuk menciptakan pemahaman atau argumen baru yang koheren.

  8. Pentingnya Parafrase: Menulis ulang ide orang lain dengan kata-kata sendiri untuk menunjukkan pemahaman dan menghindari plagiarisme, sambil tetap mencantumkan atribusi.

  9. Teknik Mengutip yang Benar: Memahami dan menerapkan gaya kutipan (misalnya, APA, MLA, Chicago) secara konsisten untuk memberikan pengakuan kepada penulis aslinya.

  10. Menjaga Keaslian Argumen: Memastikan bahwa sumber pustaka hanya digunakan untuk mendukung argumen Anda, dan bukan menggantikan argumen asli atau analisis Anda sendiri



PERTANYAAN PEMATIK


1. Mengapa penting membedakan sumber primer, sekunder, dan tersier?

  • Jawaban: Penting untuk menentukan tingkat keaslian, kedekatan dengan peristiwa/data asli, dan objektivitas informasi.

    • Primer (data asli/laporan langsung) memberikan bukti terkuat.

    • Sekunder (analisis primer) memberikan interpretasi.

    • Tersier (ringkasan sekunder) berguna untuk overview cepat tetapi kurang detail.


2. Apa perbedaan membaca akademik dengan membaca umum?

  • Jawaban: Membaca akademik bersifat selektif, kritis, intensif, dan bertujuan (misalnya, mencari bukti, memahami teori, menganalisis metodologi). Membaca umum bersifat ekstensif, pasif, dan bertujuan untuk hiburan atau informasi umum.


3. Bagaimana cara menilai kredibilitas sebuah sumber pustaka?

  • Jawaban: Gunakan kriteria CRAAP (Currency, Relevance, Authority, Accuracy, Purpose). Tinjau penulis (latar belakang akademis), penerbit (jurnal peer-reviewed), tanggal publikasi (kemutakhiran), dan referensi yang digunakan sumber tersebut.


4. Apa saja kesalahan umum dalam mengutip sumber?

  • Jawaban:

    • Gagal mengutip (plagiarisme).

    • Kesalahan format (tidak konsisten dengan gaya kutipan yang ditetapkan).

    • Kutipan berlebihan (over-quoting), sehingga tulisan didominasi suara orang lain.

    • Mengutip dari sumber sekunder seolah-olah itu adalah sumber primer.


5. Bagaimana menjaga keaslian argumen saat mengutip banyak referensi?

  • Jawaban: Pastikan bahwa argumen Anda (tesis/ide utama) muncul di awal dan akhir paragraf/bab. Sumber referensi harus berfungsi sebagai bukti pendukung (supportive evidence) atau sebagai kontras (counter-argument), bukan sebagai inti utama tulisan Anda. Gunakan frasa transisi yang jelas untuk membedakan suara Anda dari suara penulis yang dikutip.



PERTANYAAN REFLEKSI


1. Sejauh mana Anda mampu membedakan sumber kredibel dan tidak kredibel? (Contoh: "Saya cukup mampu, namun terkadang kesulitan membedakan antara jurnal predator dan jurnal bereputasi.")

2. Strategi apa yang Anda gunakan saat kesulitan memahami teks akademik? (Contoh: "Saya menggunakan kamus istilah, membaca ringkasan abstrak terlebih dahulu, dan mencoba memparafrase setiap paragraf secara lisan.")

3. Bagaimana pencatatan informasi membantu struktur tulisan Anda? (Contoh: "Dengan mencatat poin utama per sumber dan hubungan antar sumber, saya dapat membuat kerangka tulisan (outline) yang logis dan menghindari lompatan ide.")

4. Apa tantangan Anda dalam parafrase dan sintesis informasi? (Contoh: "Tantangan terbesar saya adalah menghindari hanya mengganti beberapa kata kunci saat parafrase, dan saat sintesis, saya kesulitan menggabungkan sumber yang memiliki sudut pandang yang bertentangan.")

5. Bagaimana Anda akan mengubah kebiasaan belajar setelah mempelajari modul ini? (Contoh: "Saya akan lebih aktif menggunakan teknik membaca kritis, tidak hanya skimming, dan akan mulai fokus membuat catatan sintesis, bukan hanya catatan ringkasan per sumber.")

Tugas Maandiri 7

 A11 | Shiva Monalisa | Tugas Mandiri 7


PERTANYAAN PEMANTIK

1. Perbedaan Informasi Ilmiah dan Populer

  • Informasi Ilmiah bersumber dari penelitian, diulas sejawat (peer-reviewed), menggunakan metodologi yang jelas, dan biasanya dimuat dalam jurnal atau buku teks.

  • Informasi Populer bersifat umum, seringkali untuk konsumsi publik luas, tidak selalu melalui proses peer-review ketat, dan biasanya dimuat di majalah, surat kabar, atau blog umum.

2. Cara Menelusuri Informasi Ilmiah Valid

  • Gunakan mesin pencari akademik (seperti Google Scholar) dan database jurnal terindeks (seperti DOAJ, Scopus, Web of Science, ScienceDirect).

  • Prioritaskan sumber dari lembaga akademik, jurnal bereputasi, dan penerbit tepercaya.

  • Pastikan artikel lengkap (bukan hanya abstrak) tersedia untuk diverifikasi.

3. Kriteria Kredibilitas Jurnal Ilmiah

  • Penulis dan Institusi: Jelas dan terkemuka di bidangnya.

  • Proses Peer-Review: Memiliki proses peninjauan sejawat yang ketat.

  • Indeksasi: Terindeks dalam database bereputasi (seperti Scopus atau DOAJ).

  • Penerbit: Diterbitkan oleh asosiasi profesional, universitas, atau penerbit akademik terkemuka.

4. Pentingnya Menghindari Plagiarisme

  • Integritas Akademik: Plagiarisme merusak keabsahan dan kepercayaan terhadap karya ilmiah.

  • Penghargaan Kekayaan Intelektual: Memberi penghargaan kepada penulis asli atas ide atau data mereka, yang merupakan etika dasar penelitian.

5. Format Penulisan Daftar Pustaka untuk Sumber Daring

  • Format dasar umumnya meliputi: Penulis(Tahun)Judul Artikel/HalamanNama Situs/PenerbitTautan (URL).

  • Penting: Format spesifik harus mengikuti gaya kutipan yang ditentukan (misalnya, APAMLAChicago). Untuk sumber daring, tanggal akses mungkin juga diperlukan, terutama jika kontennya rentan berubah.



PERTANYAAN REFLEKTIF

6 . Dampak Penggunaan Sumber Tidak Valid (Reflektif)

  • Mengarah pada kesimpulan yang salah atau tidak berdasar.

  • Menurunkan kredibilitas tulisan ilmiah Anda secara keseluruhan.

7. Membedakan Jurnal Tepercaya dan Jurnal Predator (Reflektif)

  • Jurnal Tepercaya: Jelas tentang proses peer-review, afiliasi editor yang kredibel, terindeks di database utama, dan biaya publikasi transparan (jika ada).

  • Jurnal Predator: Menawarkan publikasi cepat dengan biaya tinggi, tidak memiliki peer-review yang benar, editor yang tidak dikenal, dan tidak terindeks di database utama. Waspadai permintaan pembayaran cepat tanpa tinjauan yang memadai.

8. Kesulitan Terbesar Menulis Daftar Pustaka (Reflektif)

  • Seringkali adalah konsistensi format (misalnya, mengikuti gaya APA secara ketat) dan akurasi detail (typo atau salah format).

  • Mengatasinya: Gunakan perangkat lunak manajer referensi (seperti Zotero/Mendeley) atau pemeriksa gaya untuk memastikan konsistensi dan akurasi.

9. Pengalaman Menggunakan Mendeley/Zotero (Reflektif)

  • Perangkat lunak ini mengotomatisasi proses kutipan dan penulisan daftar pustaka.

  • Memungkinkan penyimpanan, pengelompokan, dan anotasi sumber, yang sangat mempercepat dan mempermudah penulisan ilmiah yang melibatkan banyak referensi.

10. Perbaikan dalam Menulis Kutipan Ke Depan (Reflektif)

  • Terapkan prinsip integritas dengan selalu mencatat sumber segera saat mengutip (menggunakan nama penulis dan tahun/halaman) dan menggunakan software manajemen referensi untuk menjaga konsistensi format dan mencegah missing reference.

Tugas Terstruktur 04

  A11 | Shiva Monalisa | Tugas Terstruktur 4 Project Based Learning (PjBL) Eksplorasi Teks Akademik: Kajian Nilai, Bahasa, dan Penalaran A...