A11 | Shiva Monalisa | Tugas Mandiri 6
10 POIN PENTING
- Tujuan Membaca: Membaca akademis harus terfokus pada mencari jawaban, mendukung argumen, atau memperoleh pemahaman mendalam, bukan sekadar membaca untuk hiburan.
Identifikasi Jenis Sumber: Selalu bedakan antara sumber primer, sekunder, dan tersier untuk menentukan bobot dan keaslian informasi.
Kredibilitas Sumber: Menilai kredibilitas (kepercayaan) sumber pustaka berdasarkan penulis (otoritas), penerbit/jurnal, tanggal publikasi, dan metodologi yang digunakan.
Baca Kritis (Analisis): Tidak hanya memahami apa yang dikatakan, tetapi juga menilai kelemahan, kekuatan, dan bias dari argumen penulis.
Strategi Membaca Aktif: Gunakan teknik seperti SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) atau skimming/scanning untuk meningkatkan efisiensi dan pemahaman.
Pencatatan yang Efektif: Mencatat ide utama, kutipan penting, dan komentar/analisis pribadi untuk memudahkan penulisan dan sintesis.
Sintesis Informasi: Kemampuan untuk menggabungkan ide-ide dari berbagai sumber untuk menciptakan pemahaman atau argumen baru yang koheren.
Pentingnya Parafrase: Menulis ulang ide orang lain dengan kata-kata sendiri untuk menunjukkan pemahaman dan menghindari plagiarisme, sambil tetap mencantumkan atribusi.
Teknik Mengutip yang Benar: Memahami dan menerapkan gaya kutipan (misalnya, APA, MLA, Chicago) secara konsisten untuk memberikan pengakuan kepada penulis aslinya.
Menjaga Keaslian Argumen: Memastikan bahwa sumber pustaka hanya digunakan untuk mendukung argumen Anda, dan bukan menggantikan argumen asli atau analisis Anda sendiri
1. Mengapa penting membedakan sumber primer, sekunder, dan tersier?
Jawaban: Penting untuk menentukan tingkat keaslian, kedekatan dengan peristiwa/data asli, dan objektivitas informasi.
Primer (data asli/laporan langsung) memberikan bukti terkuat.
Sekunder (analisis primer) memberikan interpretasi.
Tersier (ringkasan sekunder) berguna untuk overview cepat tetapi kurang detail.
2. Apa perbedaan membaca akademik dengan membaca umum?
Jawaban: Membaca akademik bersifat selektif, kritis, intensif, dan bertujuan (misalnya, mencari bukti, memahami teori, menganalisis metodologi). Membaca umum bersifat ekstensif, pasif, dan bertujuan untuk hiburan atau informasi umum.
3. Bagaimana cara menilai kredibilitas sebuah sumber pustaka?
Jawaban: Gunakan kriteria CRAAP (Currency, Relevance, Authority, Accuracy, Purpose). Tinjau penulis (latar belakang akademis), penerbit (jurnal peer-reviewed), tanggal publikasi (kemutakhiran), dan referensi yang digunakan sumber tersebut.
4. Apa saja kesalahan umum dalam mengutip sumber?
Jawaban:
Gagal mengutip (plagiarisme).
Kesalahan format (tidak konsisten dengan gaya kutipan yang ditetapkan).
Kutipan berlebihan (over-quoting), sehingga tulisan didominasi suara orang lain.
Mengutip dari sumber sekunder seolah-olah itu adalah sumber primer.
5. Bagaimana menjaga keaslian argumen saat mengutip banyak referensi?
Jawaban: Pastikan bahwa argumen Anda (tesis/ide utama) muncul di awal dan akhir paragraf/bab. Sumber referensi harus berfungsi sebagai bukti pendukung (supportive evidence) atau sebagai kontras (counter-argument), bukan sebagai inti utama tulisan Anda. Gunakan frasa transisi yang jelas untuk membedakan suara Anda dari suara penulis yang dikutip.